Ribuan Ikan Mati Akibat Air Danau Toba Keruh, Bobby Masih Tunggu Hasil Uji Lab
- Herlambang Ichtiarto
- 30 Jul, 2025
Belakangan ini Danau Toba viral karena beberapa video yang menunjukkan sebagian wilayah perairan Danau Toba yang terlihat keruh. Dalam beberapa video, terlihat juga banyak sejumlah ikan Red Devil yang mengambang tak bernyawa.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) Silangit, Gatot Rudiantoro mengatakan bahwa air Danau toba
yang keruh terjadi di wilayah Pangururan sampai ke Sibea-bea.
Secara umum, Gatot menjelaskan angin di Danau Toba berhembus secepat 15 knot atau 28 – 29 km/jam. Kencangnya hembusan angin mampu memicu gelombang tinggi di sekitar Danau Toba.
“Di Pangururan sampai Sibea-bea itu ada
sifat korografis yang membuat angin lebih kencang dibandingkan wilayah sekitar
Danau Toba. Kalau angin lebih kencang dari wilayah sekitarnya, itu akan
menimbulkan gelombang tinggi. Gelombang tinggi tersebut akan membuat gulungan
gulungan air mengikis air dipinggir pantai yang mengandung lumpur.” Ungkap
Gatot dalam wawancara dengan Del FM, Rabu (30/7/2025).
Fenomena ini memicu kekhawatiran akan
pencemaran lingkungan di kawasan wisata di wilayah Danau Toba. Belum lagi
kerugian yang harus ditanggung oleh nelayan Keramba Jaring Apung (KJA) dan
nelayan bila peristiwa ini terus berlanjut.
Menanggapi hal ini, Gubernur Sumut Bobby
Nasution mengatakan bahwa penelitian mengenai kandungan dalam air Danau Toba
masih terus dilakukan.
"Air Danau Toba untuk hari ini sampai
dengan hari ini penelitian airnya, sampel air nya, sudah diambil. Apakah memang
ada zat kimia yang tersebar, disitu apapun kegiatan di atas danau toba ini kita
nunggu hasil labnya," jelas Bobby dilansir dari Tribun News, Senin
(28/7/2025).
Bobby mengatakan bahwa dirinya masih
menunggu hasil lab untuk kandungan air Danau Toba keluar.
"Tapi sejauh ini dari pandangan
diskusi dengan beberapa ahli ada satu kemungkinan tapi sambil menunggu hasil
lab kemungkinan karena menurunnya muka air danau toba," katanya.
"Sudah selesai (ambil sampel). Cuman
kita menunggu hasil labnya," lanjutnya.
Ia menegaskan agar masyarakat tidak
berasumsi sembarangan tentang matinya ikan di Danau Toba. Ia mengatakan bahwa penanganan
berbasis data sangat penting, agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah
masyarakat.
Sementara itu, sejumlah aktivis lingkungan
mendesak pemerintah segera melakukan tindakan cepat dan terbuka terhadap
publik.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
